15 Tari Tradisional Sumatera Utara (Batak)

No comment 136 views

Tari Tradisional Batak Sumatera Utara | Kampung Seni – Sumatera Utara sebagai sebuah provinsi yang penduduknya berasal dari berbagai suku etnis, memiliki khasanah kebudayaan yang juga beragam. Seni dan Budaya adalah bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Provinsi yang beribukota di Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia memiliki berbagai tarian tradisional seperti tari Batak, Tari Melayu, Tari Angkola, Tari Nias dan masih banyak lagi lainnya

Pada kesempatan ini, Kampung seni akan menampilkan berbagai kesenian khususnya seni tari tradisional Sumatera Utara. Tari Tradisional Sumatera Utara ini kami bagi dalam beberap kelompok etnis yang ada di Sumatera Utara ini.

Tari Tradisional Sumatera Utara

tari tradisional sumatera utara

Seperti yang sudah kami sampaikan diatas, bahwa di Sumatera Utara ini ada beberapa suku/etnis. Penyebaran suku / etnis tersebut di Sumatera Utara adalah sebagai berikut :

  1. Suku Melayu : Pesisir Timur, terutama di Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat
  2. Suku Batak Karo : Kabupaten Karo
  3. Suku Batak Toba : Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir
  4. Suku Batak Mandailing/Angkola : Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Padang Lawas
  5. Suku Batak Pesisir : Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga
  6. Suku Batak Simalungun : Kabupaten Simalungun
  7. Suku Batak Pakpak : Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat
  8. Suku Nias : Pulau Nias
  9. Suku Minangkabau : Kota Medan, Kabupaten Asahan, Pesisir Barat
  10. Suku Aceh : Kota Medan
  11. Suku Jawa : Pesisir Timur
  12. Suku Tionghoa : Perkotaan Pesisir Timur & Barat.

A. Tari Tradisional Sumatera Utara dari Suku Karo

1. Tari Piso Surit.

Piso Surit adalah salah satu lagu, syair, serta tarian Suku Karo yang menggambarkan seorang pria yang sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Penantian tersebut sangat lama dan menyedihkan dan digambarkan seperti burung pincala (burung yang berekor panjang dan pandai bernyanyi) yang sedang memanggil-manggil.

Lagu Piso Surit  karya Djaga Depari dalam bahasa Karo, dengan lagu yang bernuansa tradisional Karo  berkembang (dibuatkan) tariannya yang dikenal dengan tarian Piso Surit.

Dan berikut cuplikan tari tradisional Sumatera Utara – Piso Surit :

2. Tari Gundala – Gundala

Tari Gundala – Gundala adalah sebuah tari tradisional Sumatera Utara yang masih dilakukan oleh masyarakat di Desa Seberaya Tanah Karo. Tarian Gundala – Gundala ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu sebagai kostumnya. Tari tradisional Sumatera Utara ini dilakukan untuk mendatangkan hujan.

Berikut Video Tari Gundala-Gundala yang merupakan tari Sumatera Utara :

3. Tari Baka

Tari Baka merupakan tarian tradisional Sumatera Utara khususnya masyarakat suku Karo. Tarian tradisional ini menggambarkan seorang paranormal / orang pintar yang sedang menyembuhkan orang sakit. Hal ini terkait dengan kebiasaan orang karo pada zaman dahulu, masyarakat di dataran tinggi Karo masih mengandalkan orang pintar atau paranormal.

Hampir semua masalah yang ada disampaikan kepada orang pintar atau paranormal. Khususnya untuk masalah penyakit, masyarakat akan membawanya kepada orang pintar untuk disembuhkan. Dalam proses penyembuhannya orang pintar atau paranormal menggunakan sebuah keranjang dan mangkok khusus untuk tempat ramuan-ramuan obat.

4. Tari Tongkat

Tari Tradisional Sumatera Utara dari Tanah Karo yang satu ini menggambarkan kepercayaan orang Karo akan adanya roh halus, masyarakat Karo masih mempercayai adanya kekuatan gaib dan roh halus yang akan mendatangkan hal yang negatif pada kehidupan manusia.

Dalam beberapa kegiatan kebudayaan, manusia yang memiliki ilmu gaib masih berperan penting untuk berhubungan dengan roh-roh halus. Tari Tongkat ini menggambarkan bagaimana manusia yang memiliki ilmu gaib ini mengusir roh-roh jahat yang masuk ke suatu tempat di pedesaan. Manusia tersebut menggunakan sebuah tongkat khusus yang disebut tongkat malaikat dan tongkat panaluan.

Berikut Video Tari Tradisional Sumatera Utara yang dikenal dengan tari Tongkat

5.  Tari Ndikkar

Tari Ndikkar merupakan tari tradisional Sumatera Utara dan lebih dikenal sebagai tarian bela diri atau pecak silat ala Tanah Karo Sumatera Utara. Ndikkar adalah bentuk pertahanan diri tradisional Karo atau Pencak Silat yang tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan kebudayaan masyarakat Karo. Ndikkar memiliki ciri-ciri : gerakan yang sangat lambat dan lembut tetapi di saat-saat tertentu gerakan tarian ini akan terlihat keras dan cepat. Khususnya masyarakat Karo, mereka mempelajari Pencak Silat hanya untuk pertahanan diri sendiri

Tari Tradisional Sumatera Utara ini lebih banyak berfungsi sebagai sarana hiburan masyarakat.


<!–next page–>

B. Tari Tradisional Sumatera Utara dari Suku Mandailing

6. Tari Endeng Endeng

Tari Endeng – Endeng adalah sebuah tari tradisional Sumatera Utara yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Tari Sumatera Utara yang satu  ini menggambarkan semangat dan ekspresi gembira masyarakat sehari- hari, serta ungkapan kegembiraan Naposo Nauli Bulung (muda – mudi) saat bertanam dan panen raya

Dalam penampilannya, tari Tradisional Sumatera Utara ini dimainkan oleh sepuluh pemain yakni dua orang bertugas sebagai vokalis, satu orang pemain keyboard, satu orang pemain tamborin, lima orang penabuh gendang, dan seorang pemain ketipung (gendang kecil).

Biasanya lagu yang dibawakan berbahasa Tapanuli Selatan. Setiap tampil, kesenian ini memakan waktu empat jam. Daya tarik kesenian ini adalah joget dan tariannya yang ceria, sesuai dengan lagu-lagu yang dibawakan.

Berikut cuplikan video tari tradisional Sumatera yang dikenal dengan tari edeng edeng :

7. Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung

Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung adalah salah satu tari tradisional Sumatera Utara yang tergolong pada  jenis tarian tor-tor. Tari Sumatera Utara ini khusus ditarikan oleh pemuda2 dan pemudi secara berpasangan.

Penampilan tari tor-tor naposo nauli bulung biasanya terdiri dari 3 penari wanita dan 3 penari pria, di barisan terdepan (na isembar) adalah para anak gadis yang memiliki marga yang sama misalnya Nasution, maka di barisan belakang (pangayapi) adalah para pemuda yang (harus) bermarga lain misalnya Lubis, atau sebaliknya para anak gadis di barisan depan (na isembar) bermarga Nasution, sedangkan dibarisan belakang (panyembar) harus bermarga Lubis, atau marga-marga lain seperti Rangkuti, Pulungan, Matondang, Daulae, dan Batubara

C. Tari Tradisional Sumatera Utara dari suku Simalungun

8. Tari Toping Toping

Tari Toping Toping adalah merupakan sebuah tarian unik yaitu tari tradisional Sumatera Utara yang berasal dari Simalungun. Tari Sumatera Utara yang satu ini biasanya dilakukan untuk menghibur keluarga kerajaan yang sedang berduka cita.

Pada awalnya tari toping toping ini dilakukan untuk menghibur keluarga kerajaan Simalungun. Namun dalam perkembangannya tari tradisional Sumatera Utara ini dilakukan sebagai sarana hiburan masyarakat Simalungun dan Sumatera Utara pada umumnya.

Tari toping toping dilakukan oleh beberapa orang dengan mengenakan kostum berupa topeng dan diiringi oleh alat-alat musik tradisional sumatara utara yang disebut Gonrang Sidua-dua terdiri dari 5 orang pemain masing-masing memainkan perangkat musik sarunei bolon, dua orang penabuh gonrang, satu orang penabuh mongmongan dan satu orang penabuh ogung.

Adapun penggunaan topeng pada tari toping toping ini terdiri dari 3 macam, yaitu topeng dalahi (topeng yang menyerupai wajah pria yang juga dikenakan oleh penari pria), Topeng Daboru (topeng yang menyerupai wajah wanita, dan dikenakan oleh penari wanita) serta Topeng Huda-Huda (Topeng yang menyerupai paruh burung enggang, dibentuk dari jalinan kain).

Topeng huda-huda dipercaya oleh masyarakat Simalungun sebagai pengantar roh orang yang sudah meninggal kehadapan Dibata.

Gambar : http://www.simalungun.info

9.  Tari Manduda

Tari Manduda adalah tari tradisional Sumatera Utara yang berasal dari Simalungun. Tari Sumatera Utara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas panen raya. Tari Manduda menggambarkan kehidupan petani yang sedang turun kesawah dengan suasana gembira, mulai menanam padi hingga sampai kepada suasana menuai padi.

Gerak memotong padi, mengirik dan menampis padi tergambar melaui motif-motif gerakannya yang lemah gemulai dan lincah. Berikut cuplikan video tari Sumatera Utara yang dikenal dengan tari Manduda

10. Tari Tor Tor Sombah Simalungun

Tari Tor Tor Sombah Simalungun merupakan tari tradisional Sumatera Utara yang juga termasuk dalam kategori tari tor-tor. Seperti apa bentuk tarian ini? simak cuplikan video dibawah ini :

11.  Tari Haroan Bolon

Tari Haroan Bolon merupakan tari tradisional Sumatera Utara. Tari Sumatera Utara yang satu ini diciptakan oleh Tuan Taralamsyah Saragih pada tahun 1959. Haroan Bolon merupakan tarian klosal atau sendratari yang berkisah tentang rangkaian proses kerja disawah mulai dari pembibitan, menanam benih, perawatan, panen, hingga pada proses menumbuk padi menjadi beras.

Berikut cuplikan video tari Haroan Bolon yang merupakan salah satu kekayaan tari tradisional Sumatera Utara

d. Tari Tradisional Sumatera Utara yang berasal dari Batak Toba

12.  Tor-Tor Sawan Panguras

Tari Tor-Tor Sawan Panguras merupakan salah satu jenis tari tor tor yang merupakan tari tradisional Sumatera Utara. Tarian ini dipercaya memiliki kekuatan magis yang ditujukan untuk mengusir hal-hal buruk.

 

13.  Tor-Tor Somba

Tarian yang satu ini merupakan tari tradisional Sumatera Utara yang masuk kedalam kategori tari tor-tor. Tortor Somba adalah Tari Tortor untuk menghormati Tuhan Yang Maha Kuasa, Raja serta para undangan agar mendapat berkat dan restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa dalam bekerja.

14.  Tor-Tor Tunggal Panaluan

Tor tor Tunggal Panaluan adalah tari tor-tor yang sangat sakral bagi orang Batak. Karena menurut orang Batak, tari tor-tor tunggal panaluan ini merupakan media manusia dengan Mulajadi Nabolon ( Yang Maha Kuasa).

Tor-tor Tunggal Panaluan dilaksanakan seorang dukun (Datu Bolon) atas perintah Sang Raja dengan tujuan untuk menolak bala, meminta atau menolak hujan, mengangkat pemimpin atau seorang raja, membentuk kampung baru atau mengambil keputusan untuk berperang.

Berikut cuplikan video tari tradisional Sumatera Utara yang dikenal dengan nama tor tor tunggal panaluan

15.  Tor-Tor Sipitu Cawan

Tortor Sipitu Sawan adalah Tari tradisional Sumatera Utara yang menceritakan ketika Mula Jadi Na Bolon (Tuhan Yang Maha Kuasa) pertama kali menurunkan orang Batak di Pusuk Buhit dan kembali menurunkan 7 (Tujuh) bidadari di Pusuk Buhit sambil menari dengan tujuh sawan yang berisi air dari 7 sumber mata air dan diperas dengan jeruk purut bertujuan membersihkan manusia yang sudah berbuat dosa agar hidup damai, rukun dan saling menghormat.

Demikian Sobat Seni, 15 Seni Tari Tradisional Sumatera Utara yang bisa kita simak bersama, semoga bermanfaat.

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "15 Tari Tradisional Sumatera Utara (Batak)"